Luhut Prediksi Ekonomi Bisa Tumbuh Lebih dari 5 Persen di Triwulan IV 2021

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memperkirakan pertumbuhan ekonomi di kuartal IV 2021 bisa lebih tinggi dari 5 persen.

“Kami memperkirakan pemulihan ekonomi ini baru sepenuhnya akan terlihat pada triwulan IV, sehingga pertumbuhan ekonomi dapat lebih tinggi dari 5 persen pada triwulan IV nanti,” ujar dia dalam konferensi pers, Senin, 8 November 2021.

Luhut mengatakan keberhasilan pemerintah menurunkan angka kasus Covid-19 dengan cepat, serta pembukaan yang dilakukan bertahap mampu menahan perlambatan perekonomian.

“Realisasi pertumbuhan ekonomi pada triwulan III sebesar 3,5 persen lebih tinggi dari perkiraan awal kami sebelum PPKM diterapkan,” ujar Luhut.

Ia pun melihat melihat dampak PPKM Jawa Bali terhadap penurunan konsumsi rumah tangga, investasi, dan industri pengolahan lebih rendah dibandingkan dengan periode pembatasan sosial berskala besar atau PSBB.

Semua sektor itu pun disebut dapat pulih cepat usai dilonggarkannya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM, karena itu pemulihan penuh diperkirakan bisa terjadi di kuartal akhir 2021.

12 Selanjutnya

Luhut mengatakan pemulihan ekonomi yang sudah cukup baik mesti terus dijaga. Belajar pada pengalaman sebelumnya, kenaikan kasus akibat periode Natal dan Tahun Baru atau Nataru pada tahun 2020 lalu menyebabkan tingkat keyakinan konsumen menurun dan pertumbuhan ekonomi triwulan I 2021 tertahan.

“Untuk itu kehati-hatian dalam menghadapi Nataru harus menjadi prioritas bagi pemulihan ekonomi yang lebih cepat,” kata Luhut.

Dalam kesempatan itu, Luhut pun mengatakan bahwa kebijakan PPKM berimbas kepada situasi Pandemi Covid-19 yang terus terjaga pada kondisi rendah, dan kasus konfirmasi di Jawa Bali yang terus mengalami penurunan.

Namun demikian, Luhut menyoroti adanya tren kenaikan kasus di beberapa kabupaten dan kota di Pulau Jawa-Bali, utamanya terjadi pada 43 kabupaten dan kota dari 128 daerah, atau 33,6 persen dalam 7 hari terakhir.

“Kami akan mengumpulkan kepala daerah dari 43 kabupaten/kota di Jawa Bali tersebut untuk segera mengidentifikasi dan melakukan intervensi demi menahan tren kenaikan kasus,” kata Luhut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.